breaking news New

Warisan Budaya Asal Kepulauan Bangka Belitung

Sebuah daerah tentu tidak terlepas dari kebudayaan yang telah diwariskan oleh para leluhur. Termasuk Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki banyak warisan budaya yang menarik untuk kita ketahui. Hal tersebut tentu akan mendukung keunikan dan keindahan pulau ini ketika kita ingin mengunjungi pulau tersebut untuk berlibur. Jadi tidak hanya untuk berwisata, tetapi sekaligus untuk belajar tentang warisan kebudayaan yang ada. Berikut merupakan warisan budaya asal Kepulauan Bangka Belitung.

1. Keroncong Stambul Fajar
Seni pertunjukan ini adalah salah satu seni musik dengan genre keroncong yang berasal dari Kabupaten Belitung. Penamaan stambul fadjar pada musik keroncong ini dihubungkan pada munculnya hidangan (Tambul) pada jam-jam tertentu hingga menjelang fajar.

Keroncong Stambul Fajar ini memiliki ciri khas yaitu iramanya yang mendayu-dayu. Sementara itu untuk lirik atau baitnya sendiri berpantun ‘A B A B’ dengan kata dan bahasa indah berisi puji-pujian, nasehat, harapan dan juga ratapan hati. Karena iramanya yang mendayu-dayu dengan iringan musik yang lembut dan tenang, maka Keroncong Stambul Fajar ini biasanya dimainkan pada malam hari hingga menjelang shubuh.

2. Penyurong
Penyurong adalah kemahiran tradisional yang berkaitan erat tradisi agraris di masa lalu. Pada tradisi tersebut masyarakat menyelenggarakan ladang tahunan yang disebut dengan Ume Taun atau Ume Betaun. Rangkaian kegiatan ini digelar selama satu tahun mulai dari membuka hutann (Nebas Nunu) hingga perayaan hasil panen (Maras Taun).

3. Angkup
Angkup adalah permainan yang lama telah di Pulau Belitung. Namun tidak diketahui kapan permainan ini mulai ada termasuk penciptanya. Permainan ini disebut demikian karena sesuai dengan proses permainan terdapat gerakan Ngangkup atau menangkap batu.

Dalam kebahasaan Melayu Belitong, kata dasar Angkup dapat berkembang menjadi beberapa kosakata, misalnya, diangkup atau ditangkap jika bertujuan untuk menangkap sesuatu. Terdapat perkembangan kebahasaan, sebut saja ditangkup, yang dapat dimaknai sebagai ditutup. Tidak hanya batu, permainan ini juga bisa menggunakan Kumbe" atau Kemiri yang masih dibungkus oleh cangkangnya yang kuat.